SMK Don Bosco dalam Gerakan bersama Menolak Perdagangan Manusia
Minggu, 8 Februari 2026
Sebagai wujud komitmen dalam melindungi martabat manusia dan mencegah praktik perdagangan manusia, Suster Marsela, ADM, mengoordinasi pelaksanaan Gerakan Bersama Menolak Perdagangan Manusia yang akan diselenggarakan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Santa Josephine Bakhita, seorang kudus yang pada masa kecilnya pernah mengalami perbudakan dan kemudian menjadi simbol harapan, pengampunan, serta kebebasan. Peringatan ini sekaligus menjadi Hari Doa dan Refleksi melawan Perdagangan Manusia dalam Gereja Katolik, sehingga momentum ini menguatkan komitmen iman sekaligus aksi nyata dalam membela martabat manusia.
Gerakan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Gereja, lembaga pendidikan, pemerintah, serta tokoh dan umat lintas agama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya perdagangan manusia, khususnya yang mengancam perempuan dan anak. Selain dukungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif pemuka dan umat dari agama Islam, Protestan, dan Hindu sebagai wujud solidaritas bersama melawan kejahatan kemanusiaan.
Melalui jejaring Talitha Kum, kegiatan ini bekerja sama dengan Kongregasi dan paroki di Keuskupan Weetebula, serta komunitas Salesian Don Bosco (SDB), BLK Don Bosco, dan SMK Don Bosco.
Talitha Kum adalah jaringan internasional yang diprakarsai oleh kongregasi-kongregasi religius Katolik untuk melawan perdagangan manusia melalui pencegahan, pendampingan korban, advokasi, dan edukasi masyarakat. Nama “Talitha Kum” berasal dari Kitab Suci, tepatnya dalam Injil Markus 5:41, ketika Yesus berkata kepada anak perempuan yang telah meninggal, “Talitha kum,” yang berarti, “Hai anak perempuan, Aku berkata kepadamu, bangunlah.” Seruan ini menjadi simbol panggilan Gereja untuk membangkitkan harapan, memulihkan martabat, dan menghidupkan kembali masa depan mereka yang menjadi korban perdagangan manusia.
Keterlibatan SMK Don Bosco menunjukkan komitmen nyata dunia pendidikan dalam menghadapi persoalan perdagangan manusia. Sebagai lembaga pendidikan kejuruan, sekolah ini memiliki kepedulian mendalam terhadap kasus-kasus perdagangan manusia yang kerap menyasar kaum muda. Melalui pendidikan karakter, penguatan iman, serta pembekalan keterampilan kerja yang profesional, SMK Don Bosco berupaya membekali peserta didik agar memiliki kesadaran kritis, kesiapan mental, dan kompetensi yang memadai sehingga tidak mudah terjebak dalam praktik eksploitasi.
Melalui Gerakan Bersama Menolak Perdagangan Manusia ini, seluruh elemen masyarakat—tanpa memandang latar belakang agama dan budaya—diajak untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat solidaritas, dan berkomitmen menjaga martabat setiap pribadi. Dalam terang Sabda Tuhan dan teladan Santa Josephine Bakhita, kita percaya bahwa setiap pribadi dipanggil untuk bangkit, hidup dalam kebebasan, dan mengalami kasih yang membebaskan.
Penulis: Margaretha/Admin
