SMK DON BOSCO

AD MAIORA NATUS

Kegiatan Salesianitas Di Aula Komunitas Don Bosco Refleksi Makna Yubelium

KEGIATAN SALESIANITAS DI AULA KOMUNITAS DON BOSCO: REFLEKSI MAKNA YUBELIUM

KEGIATAN SALESIANITAS DI AULA KOMUNITAS DON BOSCO: REFLEKSI MAKNA YUBELIUM

 

Weepangali, 18 Oktober 2025 - Aula Komunitas Don Bosco menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Salesianitas yang diikuti oleh Kepala Sekolah, guru-guru dari SMK Don Bosco dan guru-guru dari BLK Don Bosco. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh ketenangan dan refleksi iman, dipandu langsung oleh Pastor Igan, SDB, selaku Rektor Komunitas Salesian Don Bosco wilayah Sumba.

Dalam penyampaiannya, Pastor Igan memaparkan materi bertema “Sejarah Yubelium dan Maknanya bagi Kehidupan Iman”. Beliau menekankan pentingnya setiap pribadi untuk mencari makna hidup dan menemukan tujuan sejati dalam terang kasih Allah.

Lebih lanjut, Pastor Igan menjelaskan bahwa Tahun Pengampunan merupakan masa istimewa untuk melakukan rekonsiliasi, baik dengan diri sendiri, sesama, maupun Tuhan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh tradisi Yubelium memiliki dasar yang kuat dalam Kitab Suci, dan praktik iman dalam Gereja Katolik tidak terlepas dari ajaran Alkitab.

Peserta diajak untuk merefleksikan kehadiran rahmat Allah dalam kehidupan sehari-hari dan memahami bahwa peziarahan hidup merupakan proses menuju kedekatan yang lebih dalam dengan Tuhan. Dalam kesempatan tersebut, Pastor Igan juga menyinggung mengenai Indulgensi (pengampunan dosa) sebagai bagian penting dalam perayaan Yubelium.

Menariknya, Pastor Igan menjelaskan pula empat simbol utama Yubelium, yaitu:

  1. Persahabatan, melambangkan relasi kasih antar teman, orang tua dan sesama
  2. Ombak, menggambarkan dinamika perjalanan hidup manusia.
  3. Salib yang melengkung ke atas, sebagai tanda harapan menuju keselamatan.
  4. Jangkar, melambangkan iman yang kokoh dan penuh pengharapan.

Kegiatan ini menjadi momen yang berharga bagi seluruh peserta untuk memperdalam nilai-nilai Salesianitas, sekaligus memperbaharui semangat persahabatan antara sesama baik itu sesama guru-guru maupun antara guru SMK Don Bosco dan Guru BLK. Hal ini juga menjadi pukulan telak bagi peserta bahwa sejahat-jahatnya teman kepada kamu tetapi balaslah dengan belas kasih. Dengan semangat Don Bosco, seluruh peserta diajak untuk terus bertumbuh dalam kasih, harapan, dan pelayanan bagi sesama, baik itu sesama Guru, Murid, ataupun kepada sesama manusia lainnya.

Penulis: PLM

Share: